Mengenal lebih dekat Hariyani Prasetyaningtyas

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini. Berbagai torehan prestasi di bidang perpustakaan telah diraihnya, dari tingkat provinsi hingga nasional. Sejak duduk di bangku SMA, wanita yang akrab disapa Yayas ini mengaku sangat senang dan tertarik di bidang perpustakaan, sehingga ingin menyelami lebih dalam. Kemudian, memutuskan untuk menempuh pendidikan Ilmu Perpustakaan UGM Jogjakarta dan lulus tahun 1998. “Awalnya ragu-ragu sebenarnya, tetapi akhirnya jurusan ini menjadi pilihan untuk lebih menekuni dunia perpustakaan. Hingga akhirnya saya diterima di UGM. Dari sini tumbuhlah kecintaan yang mendalam,” ujarnya kepada About Cirebon melalui pesan singkat. Sejak saat itu, Yayas mendapatkan banyak karya yang inovatif di berbagai bidang dan mendapatkan kesempatan untuk meraih penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional. Prestasi yang pernah diraihnya di bidang ini, antara lain: Juara 1 Pustakawan Jawa Barat pada tahun 2018, Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai Pustakawan Berdedikasi tahun 2018, Juara 2 tingkat Nasional Pustakawan Berprestasi tahun 2018 dan Juara 2 Pustakawan Berprestasi Terbaik Jawa Barat pada tahun 2021 ini. Dengan prestasi yang telah dicapainya, Yayas pun berkesempatan untuk mengikuti Japan Education Visit Program di Chiba University pada tahun 2018 lalu. Hal ini tentu mengharumkan nama baiknya, dan menambah motivasi diri untuk terus belajar lebih baik lagi. Yayas saat ini memiliki banyak kesibukan yakni untuk memberikan solusi dan berbagi pengalaman bersama banyak orang di bidang perpustakaan. Berharap, kedepannya masyarakat akan meningkatkan diri untuk melek literasi. “Kesibukan saya sekarang sebagai Koordinator Perpustakaan dan Koordinator Humas BPK Penabur Cirebon. Disamping itu sedang sibuk menjadi narasumber webinar dan sibuk dengan organisasi profesi saya di kota Cirebon maupun tingkat provinsi,” jelas wanita yang lahir tanggal 17 September tersebut. Baginya, pekerjaan yang tengah dijalaninya ini, memiliki banyak kesukaan dibenaknya. Dia bisa menuangkan banyak ide dan gagasan baru tentang program-program yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) baik bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat dalam hal literasi. Namun, dia juga merasa sangat sedih bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya edukasi literasi. Mereka menganggap hal membangun budaya literasi itu di nomer kesekian. Padahal, menurutnya, kemajuan bangsa salah satunya ditentukan dari tinggi rendahnya budaya literasi suatu bangsa. Kedepannya, wanita yang memiliki hobi berkebun ini, ingin terus berbagi dan menginspirasi dengan tetap mencintai dunia perpustakasn dan literasi. Dia juga ingin selalu berinovasi dan kreatif dengan program-program yang tercipta olehnya.
SERTIFIKASI KOMPETENSI PUSTAKAWAN PD IPI JAWA TENGAH – BATCH II 2023 Menindaklanjuti hasil musyawarah PD IPI Jawa Tengah, bahwa dalam rangka mewujudkan Pustakawan yang memiliki kompetensi yang diakui secara legal oleh pemerintah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan, maka kami Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Jawa Tengah kembali bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Perpustakaan Nasional RI, mengadakan Uji Sertifikasi Kompetensi bagi seluruh pustakawan dan pengelola perpustakaan. Selain itu juga untuk memfasilitasi para pustakawan dan pengelola perpustakaan yang akan mengikuti rekruitmen P3K. Informasi kegiatan sebagai berikut : 1. Pendaftaran s.d. 15 September 2023 https://bit.ly/SertifikasiSukoharjo-26-27Sep 2. Kontribusi Sertifikasi tercantum pada link pendaftaran 3. Pembekalan Sertifikasi Pustakawan Batch II secara online dengan Zoom: 18 September 2023 pukul 14.00-15.30 WIB 3. Nara Hubung: Ninu (085640100020), Ratih (088215531042), Daryono (081548598006) 5. Persyaratan a. Memiliki Ijazah minimal Diploma II Perpustakaan b. Bekerja di perpustakaan Minimal 2 tahun c. Mampu mengoperasikan aplikasi MsOffice (MsWord, MsEcxel)

Potensi Implementasi Internet of Things (IoT) untuk Perpustakaan

Masuknya Era Revolusi Industri 4.0 dimana keberadaan Internet of Things (IoT) menjadi salah satu ciri utamanya telah membuat perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor kehidupan. IoT dipandang sebagai sebuah solusi cerdas yang menjadikan manusia dan berbagai benda; objek ataupun perangkat yang ada di alam nyata bisa saling terhubung dan saling berkomunikasi dalam sebuah sistem yang terintegrasi dengan menggunakan jaringan internet sebagai penghubungnya. Hal ini memiliki tujuan agar manusia penggunanya bisa mengambil informasi semua benda; objek; atau perangkat tersebut kapan pun dan di manapun, untuk kemudian bisa mengambil keputusan untuk melakukan suatu tindakan yang tepat berdasarkan informasi tersebut. Dalam bidang perpustakaan, IoT menjadi salah satu bentuk inovasi yang revolusioner. Perpustakaan yang semula hanya sebagai sebuah bangunan berisikan deretan buku-buku tecetak yang hanya berkutat pada penyediaan koleksi dan layanan perpustakaan, kini tidak lagi. Dengan mengimplementasikan IoT, perpustakaan mampu menjadi suatu institusi informasi yang tidak hanya menyediakan koleksi dan layanan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi pemustakanya. Beberapa bentuk potensi dari implementasi IoT di perpustakaan antara lain adalah (1) Literasi Informasi,(2) Akses Terhadap Perpustakaan dan Koleksinya,(3) Manajemen Koleksi,(4) Layanan Rekomendasi,(5) Layanan Berbasis Lokasi, dan (6) Manajemen Peralatan. Teguh Prasetyo Utomo